Tampilkan postingan dengan label Obat Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Beribadah Karena Mengharap Surga Merusak Keikhlasan??!!

Seseorang yang beramal karena surga maka ia adalah seorang yang beramal karena perut dan kemaluannya, seperti pekerja yang buruk. Dan derajatnya adalah derajat al-balah (orang dungu), dan sesungguhnya ia meraih surga dengan amalannya, karena kebanyakan penduduk surga adalah orang dungu. (Al Ghazali)


Ada beberapa perkara yang disangka oleh sebagian orang merusak keikhlasan, akan tetapi ternyata tidak merusak keikhlasan. Perkara-perkara tersebut adalah :


Pertama :

Beramal dalam rangka mencari surga.

Kamis, 03 November 2016

Karakter Orang Munafik

Karakter Orang Munafik

Karakter Orang Munafik

ﺍﻹﻋﺮﺍﺽ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺼﺢ ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﺮ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ

"Berpaling dari nasihat dan sombong termasuk karakter orang-orang munafik."

Al Mukhtashar fii Tafsir Al Qur'an Al Karim, hal. (555)

Ustadz Didik Suyadi hafidzahullah


Kamis, 20 Oktober 2016

9 Watak Orang Yahudi yang Mesti Kita Tahu


Watak Orang Yahudi yang Mesti Kita Tahu

Saat terjadinya konflik antara Yahudi (bukan Israel) dengan saudara kami sesama muslim di Palestina barulah kami berani menghadirkan pembahasan ini ke tengah-tengah pembaca.

Lihatlah korban ratusan jiwa berjatuhan diakibatkan ulah mereka dan setiap harinya korban masih terus bertambah.

Ingatlah saudaraku, kejadian yang terjadi saat ini menandakan bahwa mereka kaum Yahudi tidaklah pernah ridho dengan kita umat Islam sampai kita mau melepaskan agama kita.

Inilah watak jelek mereka yang pertama.


Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut.

 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِير

ٍOrang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah: 120)

Perhatikanlah saudaraku. Janganlah engkau terpengaruh dengan kaum sekuler yang keliru dalam memahami ayat ini. Kaum sekuler berpendapat bahwa ayat ini ditujukan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja ketika beliau masih hidup. Yahudi dan Nashrani pada zaman ini berbeda dengan yang dulu. Benarkah demikian?

Ini sungguh kekeliruan yang sangat besar yang berasal dari orang yang ingin mengaburkan ajaran Islam. Ketahuilah bahwa ayat ini memang ditujukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi pembicaraan ini juga mencakup umatnya karena yang menjadi hukum adalah keumuman dan bukan hanya orang yang diajak bicara. Itulah yang dipahami oleh ulama Ahlus Sunnah (semacam Syaikh As Sa’di dalam tafsirnya), berbeda dengan mereka yang sudah diracuni dengan pemikiran orang barat yang kafir.

Berdasarkan ayat di atas sangat jelas sekali bahwa Yahudi dan Nashrani tidak akan ridho kepada kita selamanya. Inilah watak orang Yahudi dan Nashrani sampai hari kiamat. Dari watak jelek mereka yang pertama ini, sekarang kita akan melihat watak mereka yang lainnya.

Watak Yahudi Kedua:

Orang Yahudi selalu menyembunyikan kebenaran 


Mereka kaum Yahudi sebenarnya tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus sebagai penutup para rasul di akhir zaman ini, tetapi mereka selalu menyembunyikan kebenaran ini.
Allah Ta’ala berfirman,

 الَّذِينَ آَتَيْنَاهُم
ُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 146)

Al Qurtubhi mengatakan: Diriwayatkan bahwasanya Umar berkata pada Abdullah bin Salam, “Apakah engkau (sebelum masuk Islam) mengenal Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana engkau mengenal anak-anakmu sendiri? Abdullah pun menjawab, “Ya, bahkan lebih dari itu. ” Ibnu Katsir mengatakan bahwa kadang pula maksud ‘seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri’ adalah mereka mengenal sekumpulan anak-anak manusia lalu mereka tidak merasa ragu sedikit pun untuk mengenal anak mereka sendiri jika mereka melihatnya di antara sekumpulan anak tadi.

Walaupun mereka sudah mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sangat yakinnya, namun Allah katakan, “sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran”. Maksudnya adalah mereka menyembunyikan sifat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada pada kitab mereka pada manusia padahal mereka mengetahuinya. (Lihat Tafsir Al Qur’anil Azhim, pada tafsir surat Al Baqarah ayat 146).

Watak Yahudi Ketiga:

Tokoh agama Yahudi sangat sulit menerima kebenaran Islam


Dalam shohih Muslim, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 لَوْ تَابَعَنِى عَشْرَةٌ مِنَ الْيَهُودِ لَمْ يَبْقَ عَلَى ظَهْرِهَا يَهُودِىٌّ إِلاَّ أَسْلَمَ

“Seandainya sepuluh (pemuka agama) Yahudi mengikuti agamaku, maka sungguh tidak akan tersisa lagi orang Yahudi di muka bumi ini kecuali dalam keadaan Islam.” (HR. Muslim no. 2793)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 لَوْ آمَنَ بِى عَشْرَةٌ مِنْ أَحْبَارِ الْيَهُودِ لآمَنَ بِى كُلُّ يَهُودِىٍّ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ

 “Seandainya sepuluh pemuka agama Yahudi beriman kepadaku, sungguh semua orang Yahudi di muka bumi ini akan turut beriman padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi, yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya)

Watak Yahudi Keempat:

Orang Yahudi menyembah pemuka agamanya sendiri


Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini,

 اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Rabb yang berhak disembah selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. At Taubah : 31)

Hudzaifah ibnul Yaman, Abdullah bin ‘Abbas dan selainnya mengatakan mengenai tafsir
‘Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah’, maksudnya adalah mereka mengikuti pemuka agama mereka dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Itulah yang disebut dengan menyembah mereka sebagaimana dimaksudkan dalam hadits dari ‘Adi bin Hatim.
 (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, tafsir surat At Taubah ayat 31)

Watak Yahudi Kelima:

Orang Yahudi pernah menyihir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


Dalam shohih Muslim pada Bab Sihir, ‘Aisyah berkata,

 سَحَرَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَهُودِىٌّ مِنْ يَهُودِ بَنِى زُرَيْقٍ يُقَالُ لَهُ لَبِيدُ بْنُ الأَعْصَم

ِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir oleh seorang Yahudi dari Bani Zuraiq yang bernama Lubaid bin Al A’shom.” (HR. Muslim no. 2189)

Watak Yahudi Keenam:

Wanita Yahudi pernah meracuni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

 أَنَّ امْرَأَةً يَهُودِيَّةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشَاةٍ مَسْمُومَةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا فَجِىءَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلَهَا عَنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ أَرَدْتُ لأَقْتُلَكَ. قَالَ « مَا كَانَ اللَّهُ لِيُسَلِّطَكِ عَلَى ذَاكِ ». قَالَ أَوْ قَالَ « عَلَىَّ ». قَالَ قَالُوا أَلاَ نَقْتُلُهَا قَالَ « لاَ ». قَالَ فَمَا زِلْتُ أَعْرِفُهَا فِى لَهَوَاتِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

 “Sesungguhnya seorang wanita Yahudi pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa daging kambing yang sudah diracuni. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan daging tersebut. Lalu wanita tadi dipanggil untuk menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang perbuatan wanita tersebut tadi. Wanita tersebut pun berkata, “Aku ingin membunuhmu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah tidaklah memberimu kekuatan untuk maksudmu tadi.” (Periwayat hadits ini ada yang mengatakan), “(Allah tidaklah memberimu kekuatan) untuk mencelakakanku.” Lantas para sahabat berkata, “Apakah sebaiknya dia dibunuh saja?” (HR. Bukhari no. 2617 dan Muslim no. 2190)

Watak Yahudi Ketujuh:

Orang Yahudi berusaha memurtadkan kaum muslimin


Allah Ta’ala berfirman,

 وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ “

"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 109)

Watak Yahudi Kedelapan:

Orang Yahudi berusaha menyesatkan kaum muslimin.


Allah Ta’ala berfirman,

 وَدَّتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” (QS. Ali Imran: 69)

Watak Yahudi Kesembilan:

Mendoakan celaka atau mati bila bertemu dengan kaum muslimin


Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمُ الْيَهُودُ فَإِنَّمَا يَقُولُ أَحَدُهُمُ السَّامُ عَلَيْكَ . فَقُلْ وَعَلَيْكَ

“Jika seorang Yahudi memberi salam padamu dengan mengatakan ‘Assaamu ‘alaikum’ (semoga kamu mati), maka jawablah ‘wa‘alaika’ (semoga do’a tadi kembali padamu).” (HR. Bukhari no. 6257)

Setelah kita mengetahui sebagian watak jelek Yahudi, masihkan ada rasa simpati pada perlakuan dan tindak tanduk mereka. Sudah nampak jelas kejahatan mereka orang Yahudi, bukan hanya dengki dan menyembunyikan kebenaran yang mereka perbuat bahkan mereka menyakiti dan ingin membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah kita kaum muslimin yang sudah lama ditinggal oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini masih berharap kebaikan mereka? Inilah sunatullah (ketetapan Allah) yang terjadi saat ini di negeri Palestina. Mereka kaum Yahudi memborbardir umat Islam tanpa henti. Tunggu saatnya pembalasan kami.

Ya Allah tolonglah kami kaum muslimin terhadap musuh-musuh kami. Kuatkanlah iman dan aqidah kami, sehingga kami bisa betul-betul kokoh menghadapi mereka.

Marilah kita bantu saudara kita di Palestina baik dengan harta maupun dengan do’a.

Yang selalu mengharapkan rahmat dan ampunan Rabbnya Muhammad Abduh Tuasikal, ST Saat sore hari, di Sleman, 4 Muharram 1430 H.

Sumber: Rumaisyo.com

Sabtu, 08 Oktober 2016

Seseorang Bersama Yang Dicintai Dan Diidolakannya

bersama yang dicintai

Mencintai adalah tabiat manusia. Apalagi terhadap orang yang diidolakannya. Akantetapi sadarkah kita bahwa cinta itu akan kita bawa hingga hari kiamat? Berikut tulisan menarik tentang cinta dan idola..(Adm)


Seseorang Bersama Yang Dicintai Diidolakannya


Hati-hati Mengidolakan Seseorang!!!
Karena Seseorang akan Bersama Orang yang dicintai dan diidolakannya


ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ , ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ , ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ :

Semakin banyaknya kaum muslim mengidolakan seorang yang sebenarnya tidak pantas untuk diidolakan, baik karena akidahnya yang buruk yang dipenuhi dengan syirik, ibadahnya yang buruk yang dipenuhi dengan bid’ah, pergaulannya yang buruk atau tingkahlakunya yang buruk.
Kalau bukan karena peran media massa-lah seorang yang sebenarnya buruk ini dan tidak pantas menjadi idola inilah akhirnya diidolakan orang banyak!!!

Tulisan singkat di bawah ini, ingin menjelaskan sedikit sebenarnya siapakah yang berhak diidolakan dan siapakah yang tidak pantas untuk diidolakan.

Kawan pembaca, ketauhilah, semoga Allah merahmati kita…
Sang Idola dan Panutan yang bebas dari segala keburukan dan kekejian

} ﻗَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ { ‏[ ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ 21 : ‏]

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al Ahzab: 21.

Kenapa beliau idola tanpa cacat?


Jawabannya:

ﻋَﻦْ ﺳَﻌْﺪِ ﺑْﻦِ ﻫِﺸَﺎﻡِ ﺑْﻦِ ﻋَﺎﻣِﺮٍ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺗَﻴْﺖُ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺃُﻡَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﺧْﺒِﺮِﻳﻨِﻰ ﺑِﺨُﻠُﻖِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .- ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻛَﺎﻥَ ﺧُﻠُﻘُﻪُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺃَﻣَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻗَﻮْﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ‏( ﻭَﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠَﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈِﻴﻢٍ ‏)

Artinya: “Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata: “Aku pernah mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha, lalu aku bertanya: “ Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepadaku akan akhlaknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”, beliau menjawab: “Akhlak beliau adalah Al Quran, apakah kamu tidak membaca Al Quran, Firman Allah Azza wa Jalla: ( ﻭَﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠَﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈِﻴﻢٍ ) dan sesungguhnya engkau di atas budi pekerti yang agung.” HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 4811.

Makna “Akhlak beliau Al Quran ”


Berkata Ibnu Rajab rahimahullah :

ﺗﻌﻨﻲ : ﺃﻧَّﻪ ﻛﺎﻥ ﺗﺄﺩَّﺏ ﺑﺂﺩﺍﺑﻪ ، ﻭﺗﺨﻠَّﻖ ﺑﺄﺧﻼﻗﻪ ، ﻓﻤﺎ ﻣﺪﺣﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ، ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺭﺿﺎﻩ ، ﻭﻣﺎ ﺫﻣﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥُ ، ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺳﺨﻄﻪ

Artinya: “Maknanya adalah beliau senantiasa beradab dengan adabnya Al Quran dan berakhlak dengan akhlaknya, apa yang dipuji Al Quran maka di dalamnya terdapat kerelaan beliau dan apa saja yang dicela Al Quran maka di dalamnya terdepat kemurkaan beliau.” Lihat Kitab Jami’ Al Ulum Wa Al Hikam.

Indahnya mengidolakan Nabi dan orang-orang yang diridhai Allah Ta’ala.

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺘَﻰ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻋْﺪَﺩْﺕَ ﻟِﻠﺴَّﺎﻋَﺔِ ‏» . ﻗَﺎﻝَ ﺣُﺐَّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻊَ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ ‏» . ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ ﻓَﻤَﺎ ﻓَﺮِﺣْﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ ﻓَﺮَﺣًﺎ ﺃَﺷَﺪَّ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻝِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ‏« ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻊَ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ ‏» . ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ ﻓَﺄَﻧَﺎ ﺃُﺣِﺐُّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻭَﺃَﺑَﺎ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮَ ﻓَﺄَﺭْﺟُﻮ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻤَﻞْ ﺑِﺄَﻋْﻤَﺎﻟِﻬِﻢْ .

Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita: “Pernah seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , lalu dia bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”, beliau bersabda: “Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat”, orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya”, beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai”, Anas berkata: “Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka.” HR. Muslim.

ﻗَﺎﻝَ ﺛَﺎﺑِﺖٌ ﻓَﻜَﺎﻥَ ﺃَﻧَﺲٌ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺪَّﺙَ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻓَﺈِﻧَّﺎ ﻧُﺤِﺒُّﻚَ ﻭَﻧُﺤِﺐُّ ﺭَﺳُﻮﻟَﻚَ .

Tsabit (perawi hadits di atas) berkata: “Senantiasa Anas radhiyallahu ‘anhu jika meriwayatkan hadits ini, beliau berdoa: “Wahai Allah, sesungguhnya kami mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu”. HR. Ahmad.

Kawanku…Sangat indah…mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berarti akan bersama beliau di hari kiamat, tentunya di dalam surga.

Sangat indah…mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berarti akan bersama beliau di dalam surga meskipun pastinya tidak akan mampu beramal seperti amalan beliau.

Tapi ingat Kawanku…Hadits ini juga berlaku bagi yang;

  • mencintai orang yang buruk akidahnya; penuh dengan kekafiran, penuh dengan kesyirikan, penghinaan terhadap Allah Ta’ala, penghinaan terhadap nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan lainnya dari akidah yang buruk, maka dia akan bersamanya di hari kiamat…
  • mencintai orang yang buruk ibadahnya, ibadah senantiasa bid’ah, tidak memperhatikan kwalitas ibadah, tidak taat dalam ibadah, maka dia akan bersamanya di hari kiamat…
  • mencintai orang yang buruk interaksi sosialnya, sering menggangu orang lain, mecela orang lain, menzhalimi orang lain dan sebagainya dari interkasi social yang buruk, maka dia akan bersamanya di hari kiamat…
  • Mencintai orang yang perbuatan dan tingkah laku buruk dan keji, suka maksiat, suka pamer aurat, suka minum khamr dan barang memabukkan lainnya, suka mencuri, suka berzina, seks bebas dan sebagainya dari perbuatan keji dan buruk, maka dia akan bersanama di hari kiamat…

Mari perhatikan perkataan Al Mubarakfury rahimahullah :

ﻗﻮﻟﻪ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻣﻊ ﻣﻦ ﺃﺣﺐ ﺃﻱ ﻳﺤﺸﺮ ﻣﻊ ﻣﺤﺒﻮﺑﻪ ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺭﻓﻴﻘﺎ ﻟﻤﻄﻠﻮﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻣﻦ ﻳﻄﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻓﺄﻭﻟﺌﻚ ﻣﻊ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺃﻧﻌﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻵﻳﺔ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻌﻤﻮﻡ ﺍﻟﺸﺎﻣﻞ ﻟﻠﺼﺎﻟﺢ ﻭﺍﻟﻄﺎﻟﺢ ﻭﻳﺆﻳﺪﻩ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﺧﻠﻴﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻣﺮ ﻓﻔﻴﻪ ﺗﺮﻏﻴﺐ ﻭﺗﺮﻫﻴﺐ ﻭﻭﻋﺪ ﻭﻭﻋﻴﺪ

Artinya: “Sabda beliau “Seseorang bersama yang yang dia cintai”, maksudnya adalah dia akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai dan akan menjadi teman untuk yang dicarinya, Allah berfirman: “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan bersama orang-orang yang yang dianugerahkan oleh Allah nikmat atas mereka”, dan secara lahir hadits , mencakup keumuman baik untuk mencintai orang shalih atau orang yang tidak shalih, dan yang menguatkan pendapat ini adalah hadits yang berbunyi: “Seseorang sesuai dengan agama temannya”, sebagaimana yang sudah disebutkan. Maka di dalam hadits ini, terdapat motivasi (untuk berteman dengan orang shalih-pent) dan peringatan keras (untuk tidak berteman dengan orang tidak shalih-pent), di dalam hadits ini terdapat janji yang baik (bagi yang berteman dengan orang shalih-pent) dan ancaman siksa (bagi yang berteman dengan orang tidak shalih-pent).” Lihat kitab Tuhfat Al Ahwadzi.

Kawanku …
Jangan sampai hari kiamat kita seperti apa yang disebutkan di dalam ayat di bawah ini akibat MENJADIKAN IDOLA YANG TIDAK PANTAS UNTUK DIIDOLAKAN, BAIK KARENA KEKAFIRANNYA, KESYIRIKANNYA, KEBID’AHANNYA DAN MAKSIATNYA!!!.

} ﻳَﻮْﻡَ ﺗُﻘَﻠَّﺐُ ﻭُﺟُﻮﻫُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻨَﺎ ﺃَﻃَﻌْﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃَﻌْﻨَﺎ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻟَﺎ ‏( 66 ‏) ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻃَﻌْﻨَﺎ ﺳَﺎﺩَﺗَﻨَﺎ ﻭَﻛُﺒَﺮَﺍﺀَﻧَﺎ ﻓَﺄَﺿَﻠُّﻮﻧَﺎ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻠَﺎ ‏( {(67 ‏[ ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ 66 : ، 67 ‏]

Artinya: “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. Dan mereka berkata: "Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” QS. Al Ahzab: 66-67.

*) Ditulis oleh Ahmad Zainuddin, 6 Rabi’ul Awwal 1433H Dammam KSA

Sumber:
dakwahsunnah.com

Rabu, 05 Oktober 2016

Tergantung Hati

Tergantung hati

Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc

Tahukah Anda..


Keselamatan kita di hari akhirat..

Tergantung kepada keselamatan hati kita..

Allah Ta’ala berfirman yang artinya..

Pada hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak..

Kecuali orang yang datang membawa hati yang selamat..

Asy Syu’ara ayat 88-89..

Bahan renungan dan introspeksi kita..

  • Selamatkah hati kita dari Syirik.
  • Selamatkah dari sombong dan ujub..
  • Selamatkah dari dengki dan hasad..
  • Selamatkah dari penyakit cinta dunia..
  • Selamatkah dari mengutamakan hawa nafsu..

Dan seribu pertanyaan lainnya..

Cobalah tanyakan..

Selama ini, apakah kita lebih memperhatikan badan..

Ataukah keselamatan hati..

Pertanyaan yang sulit dijawab..

Bahkan mungkin dianggap remeh..

Padahal ia masalah besar..

Coba rasakan..

Ketika mendengar lantunan ayat ayat Al Qur’an..

Ketika berdzikir kepada Allah..

Ketika melakukan ketaatan..

Bila terasa gembira dan bahagia..

Bila terasa syahdu di dada..

Puji lah Allah..

Dan jika tidak demikian..

Ucapkan Inna lillaahi wa Inna ilaihi raji’un..

Karena cahaya iman telah mulai redup dalam hati kita..

Yaa Rabb..


Sumber:
cintasunnah.com

Siap Dipuji Siap Dicela

siap dipuji siap dicela

Wahb bin Munabih rahimahullah :

ﺇﺫﺍ ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﻤﺪﺣﻚ ﺑﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻚ ، ﻓﻼ ﺗﺄﻣﻨﻪ ﺃﻥ ﻳﺬﻣﻚ ﺑﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻚ .



"Apabila kamu mendengar seseorang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, maka jangan merasa aman juga dari celaan dia dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu."
________
ﺍﻟﺴﻴﺮ ٣ / ٤٤٨
Dikutip dari akun FB
Ustadz Didik Suyadi hafidzahullah